Penyakit, Migrasi, dan Vaksinasi

Ada kenalan yang bilang:

“Alah ga usah divaksin, orang zaman dulu aja umurnya panjang-panjang, padahal mereka ga pernah kena vaksinasi.”

Pernyataan yang ada benarnya kalau dilihat dari satu sudut pandang. Tapi banyak juga tidak benarnya kalau dilihat dari sisi lain. Tergantung Anda melihatnya dari sisi mana. Sudah takdirnya manusia akan selalu berpihak, dan keberpihakannya memengaruhi cara pandang terhadap suatu masalah.

Lanjutkan membaca “Penyakit, Migrasi, dan Vaksinasi”

Rudal Brimstone Sukses Uji Coba Perangkat Tambahan Baru

 

* artikel lama yang ditulis untuk Majalah Defender

Sejak memasuki masa tugasnya, Brimstone memiliki catatan sekitar 500 kali ditembakkan dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Brimstone sendiri adalah rudal udara-ke-permukaan (air-to-surface missile) yang dikembangkan oleh konsorsium Eropa, MBDA.

Rudal yang pada awalnya dikembangkan sebagai rudal “fire and forget”. Dikembangkan untuk “menghajar” konvoi atau formasi kendaraan lapis baja. Namun seiring waktu, perkembangannya mengalami berbagi modifikasi. Sekarang rudal tersebut bisa dipandu oleh pemandu laser yang dilepaskan oleh pihak ketiga (misalnya, grup pengintai infanteri). Lanjutkan membaca “Rudal Brimstone Sukses Uji Coba Perangkat Tambahan Baru”

Indonesia Butuh Pesawat Tempur Baru

DSC_7818-for-web.jpg

Flypass pesawat-pesawat TNI AU dekat Monas sesaat setelah selesai Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara, Jakarta 17-08-2016 [Sumber: koleksi pribadi].

 

Saat ini TNI AU memang mempunyai beberapa skuadron pesawat tempur. Beberapa jenis pesawat yang dimiliki TNI AU memang cukup mumpuni. Seperti misalnya Sukhoi 27, Sukhoi 30, F16, maupun pesawat latih seperti T-50 maupun Hawk. Selain itu ada juga jenis pesawat tempur berbaling-baling seperti KT Wong Bee untuk pesawat latih, serta Super Tucano untuk close air support.

Lanjutkan membaca “Indonesia Butuh Pesawat Tempur Baru”

Tomahawk, Rudal Andalan Perang Teluk

Peluncuran Tomahawk dari Kapal Selam. [Sumber Raytheon.com]
Peluncuran Tomahawk dari Kapal Selam. [Sumber Raytheon.com]
Rudal-rudal jelajah jarak jauh canggih masih merupakan andalan utama negara-negara maju untuk berperang. Rudal-rudal jelajah tersebut mempunyai efek yang menggetarkan karena kecanggihan, akurasi, daya jelajahnya, serta daya hancurnya yang begitu menakjubkan. Banyak negara punya rudal jelajah dengan berbagai jarak jangkauan.
Bahkan di Asia, saat ini India, Cina dan Korea Utara seperti berlomba-lomba untuk mengembangkan rudal-rudal jelajah tersebut. India dengan rudal Nirbhay, Cina denga rudal DH-10, dan Korea Utara dengan Rodong. Jangkauan lebih dari 1000 Km tersebut membuatnya menjadi senjata andalan untuk menghantam objek-objek vital musuh. Dengan memiliki rudal-rudal tersebut, sepertinya memberikan efek menggetarkan bagi kawasan sekitarnya. Semacam peringatan bagi negara-negara sekitarnya untuk tidak memandang remeh.
Lanjutkan membaca “Tomahawk, Rudal Andalan Perang Teluk”

Menghidupkan Kembali Percikan Yang Nyaris Pudar Ditelan Waktu

my instagram

Sudah lama ya ga update blog ini. Ada banyak hal yang membuat saya malas mengisi halaman-halaman di blog ini. Tapi sepertinya keinginan untuk kembali bisa menulis masih besar, jadi saya berpikir blog adalah sarana yang tepat buat saya untuk belajar.

Mungkin tulisan tentang jalan-jalan akan banyak berkurang. Soalnya saya sudah rada jarang pergi. Sebagai gantinya mungkin tulisan tentang kemiliteran akan cukup banyak mengisi halaman-halaman blog ini di masa depan. Yah mungkin terpengaruh kerjaan saya sebagai editor foto untuk majalah militer.

Atau malah bisa jadi saya malah meng-upload bahan mengajar saya. Kebetulan saya juga guru untuk mata pelajaran yang rada langka, environmental management. Mungkin tidak banyak sekolah yang menyediakan pelajaran ini untuk murid-muridnya. Apalagi sekolah lokal sepertinya tidak ada. Maklum ini pelajaran yang rada-rada ajaib. Tapi ya menurut saya ini mata pelajaran yang unik.

“Kapan lagi gue bisa ngajar murid tentang batu akik, hidroponik dan pembangkit listrik tenaga nuklir dalam satu pelajaran.”

Yah semoga saja berbagi di blog ini bisa membawa lebih banyak manfaat buat saya pribadi, atau siapa pun yang merasa dapat sesuatu dari blog ini.

Salam…

Acep Abdullah

Jakarta, 4 Mei 2016

Demi Secangkir Kopi

IMG_2941
Traditional coffee seller. Seorang pedagang pasar di Bajawa, Flores, sedang menyendok kopi untuk dijual. Kopi-kopi tersebut merupakan produksi kebun mereka. Dengan mengandalkan kaleng atau wadah plastik, dan menggunakan takaran dari gelas beling, mereka menjual bubuk kopi produksi sendiri diantara barang dagangan lainnya (Bajawa, flores, 2013).

 

What do you want?”

“Just coffee. Black – like my soul.”

― Cassandra ClareCity of Bones

 

 

Entah sihir apa yang diletakkan Tuhan pada biji-biji kopi. Begitu banyak orang tergila-gila, mungkin bisa jadi ada sebagian orang merasa hidup hari itu tidak lengkap tanpa secangkir kopi dipagi hari. Bahkan menghabiskan waktu di warung kopi atau kafe sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia bahkan dunia. Mereka bisa tahan berjam-jam untuk sekedar berbincang dengan teman. Tidak hanya itu, sebagian menggunakan kafe sebagai lokasi untuk bekerja atau melakukan pertemuan bisnis. Maklum beberapa kafe memberikan fasilitas yang memadai untuk bekerja, terutama untuk freelancer tidak berkantor seperti saya. Colokan listrik, wifi kencang, bangku yang nyaman, serta tentunya pilihan makanan dan minuman yang lumayan beragam. Membuat kita betah berlama-lama di kafe ditemani secangkir kopi, sekumpulan teman, atau setumpuk kerjaan. Lanjutkan membaca “Demi Secangkir Kopi”

Mahluk Imut dari TN Komodo

ACE_0944-Edit
Rusa (Cervus timorensis) merupakan salah satu jenis Mammalia yang menjadi penghuni TN Komodo.

Taman Nasional komodo merupakan salah satu taman nasional yang berada di kawasan timur Indonesia. Tepatnya terletak di ujung barat Pulau Flores. Taman nasional yang juga merupakan World Heritage Site tersebut, terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Pulau Padar, Pulau Rinca, dan tentu saja Pulau Komodo. Selebihnya adalah pulau-pulau kecil dan pulau karang. Luas total kawasan tersebut pada saat ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan oleh Menhut pada tahun 2000 adalah 132.572 Ha.

ACE_0954-Edit
Rusa mudah sekali ditemukan di kawasan TN Komodo. Terutama bila dekat dengan sumber air

Lanjutkan membaca “Mahluk Imut dari TN Komodo”